Selamat Datang

Selamat Datang Di Bandar Togel Aman & Terpercaya.. [ MTO ] MainTogelOnline Adalah Situs Terbaik Dengan Situs Terbesar. Discount 2D 29% | 3D 59% | 4D 66%, Dan Masih Ada Promo HOT Prize.2 & Prize.3. Minimal Deposit & Withdraw Rp 50.000

HEADLINE: Petaka di Proyek Infrastruktur, Standar Keamanan Diabaikan?
Reruntuhan material dari tiang girder proyek Tol Becakayu yang ambruk di dekat Gerbang Tol Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (20/2). Untuk sementara pengerjaan proyek ini dihentikan untuk kepentingan penyelidikan. ( Liputan6.com /Arya Manggala)

Liputan6.com, Jakarta - Petaka pembangunan infrastruktur kembali terjadi. Tiang girder Tol Bekasi Cawang dan Kampung Melayu atau Becakayu, di Jalan DI Panjaitan Jakarta Timur, ambruk pada Selasa 20 Februari 2018 sekitar pukul 03.00. Tujuh orang kritis akibatnya.

Dugaan sementara, tiang ambruk karena masalah teknis. Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Suryaputra menyebut, AGEN TOGEL TERPERCAYA saat kejadian pekerja sedang mengecor tiang pancang penyangga. Dalam tiang itu, terdapat bracket timber yang berfungsi sebagai penyangga untuk alat yang dicor. Namun pada saat pekerja memasukkan cor ke dalam tiang briket, material itu jatuh.


Petaka Tol Becakayu menambah panjang daftar musibah pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Sebelumnya, sebuah crane RUMUS JITU pengangkut beton proyek pembangunan Double-Double Track (DDT) di Jatinegara, Jakarta Timur, jatuh pada 4 Februari 2018 pukul 05.00 WIB. Empat pekerja meregang nyawa dalam insiden tersebut.

Tak lama sebelumnya, balok girder dalam konstruksi pembangunan jembatan pengganti ruas Lebak Bulus- Kampung Rambutan di kawasan Antasari ambruk menimpa 1 buah dumptruk yang sedang memuat tanah pada 2 Januari 2018. Beruntung, BANDAR TOGEL tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Catatan Kementerian PUPR menyebut, ada 7 kecelakaan terkait proyek pembangunan infrastruktur dalam 6 bulan terakhir dan 13 kecelakaan dalam 2 tahun terakhir.



Pengamat Struktur dan Sipil dari Universitas Indonesia (UI) Josia Irwan Rastandi menyatakan, proyek infrastruktur harusnya BUKTI JP dikerjakan dengan SOP (standar operasi) tinggi dan zero accident. Tidak boleh ada kecelakaan, apalagi sampai terulang dan merenggut korban jiwa.

"Ini sangat menghawatirkan. Saya pikir ini pasti ada human error, ada kelalaian," ujar Josia kepada Liputan6.com, Selasa 20 Februari 2018.

Kepala Divisi Uji Kelayakan Stuktur, Laboratorium Struktur dan Material Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik UI ini menduga, kelelahan pekerja menjadi penyebab human error tersebut.

"Kalau kita perhatikan kebanyakan (kecelakaan) terjadi pada akhir pekan atau di luar jam kerja normal. Jadi BANDAR ONLINE ada faktor kelelahan psikologis para pekerja," kata dia.

Josia menyatakan, kerja lembur memang tidak dilarang. Namun, lembur juga harus ada batasannya. Tenaga manusia tidak bisa diforsir terus-menerus.

Josia pun meminta pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kecelakaan tidak lagi terulang.

"Saya pikir perlu dilakukan moratorium atau penghentian sementara, ya sekitar seminggu lah," tukasnya.

Selama seminggu itu, kata dia, bisa PAITO JITU dilakukan evaluasi menyeluruh semua proyek infrastruktur yang saat ini tengah digarap. Tidak hanya internal, evaluasi juga melibatkan pihak eksternal.

"Harus ada yang mereka evaluasi dan perbaiki. Evaluasi berarti ada yang diubah, diperbaiki," tegasnya.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Berita Terkini - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -